INFOTREN.ID - Beberapa waktu belakangan, jagat media sosial dihebohkan dengan penampakan fenomena awan berwarna-warni di wilayah Jonggol, Bogor. Kejadian visual yang memukau ini memicu rasa penasaran publik mengenai asal-usul dan sifat fenomena alam tersebut.

Fenomena langit yang tidak biasa ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet, mendorong para ahli meteorologi untuk memberikan penjelasan resmi. Penampakan awan pelangi ini disebut-sebut memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan fenomena pelangi konvensional yang sering kita lihat.

Untuk mengurai misteri visual ini, pakar dari IPB University turut angkat bicara mengenai penyebab munculnya formasi awan yang unik tersebut. Mereka memberikan tinjauan ilmiah untuk membedakan fenomena ini dari spektrum cahaya yang dihasilkan oleh pelangi biasa.

"Awan warna-warni yang muncul di Jonggol, Bogor, memang sempat viral di media sosial," mengawali penjelasan mengenai fenomena yang terjadi. Hal ini menegaskan bahwa fenomena tersebut benar-benar terjadi dan menarik perhatian luas.

Pakar tersebut menjelaskan perbedaan mendasar antara awan berwarna-warni tersebut dengan pelangi. Pelangi umumnya terbentuk akibat pembiasan cahaya matahari oleh tetesan air hujan, sedangkan fenomena ini melibatkan struktur awan yang berbeda.

"Perbedaannya dengan pelangi adalah fenomena ini umumnya terkait dengan jenis awan tertentu dan proses pembentukan optik di atmosfer yang berbeda," ujar salah satu pakar IPB University. Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme pembentukannya tidak sama dengan pelangi klasik.

Lebih lanjut, para ahli juga mengidentifikasi faktor pemicu spesifik yang menyebabkan awan di Jonggol menampilkan gradasi warna yang mencolok. Faktor ini biasanya berkaitan dengan kondisi atmosfer lokal saat itu.

"Pemicu fenomena alam tersebut adalah kombinasi antara ketinggian awan, sudut datang sinar matahari, serta keberadaan kristal es atau partikel air yang sangat halus di dalam awan," kata pakar tersebut. Penjelasan ini memberikan kerangka ilmiah mengenai terjadinya visualisasi warna tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, fenomena ini dikenal dalam ilmu meteorologi sebagai cloud iridescence atau iridesensi awan. Ini terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan tetesan air atau kristal es yang ukurannya seragam dalam awan tipis.