INFOTREN.ID - Indeks dolar Amerika Serikat atau DXY saat ini terpantau sedang berada dalam tekanan yang cukup signifikan di pasar global. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengenai stabilitas mata uang Negeri Paman Sam tersebut dalam jangka panjang.
Pelemahan ini terjadi setelah mata uang tersebut gagal mempertahankan posisinya di atas level psikologis 100 pada awal tahun ini. Kegagalan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa dominasi dolar mulai goyah di hadapan mata uang utama lainnya di pasar internasional.
"Indeks dolar Amerika Serikat atau DXY tengah berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas level psikologis 100 pada awal tahun," dilansir dari laporan pasar terkini.
Para analis memprediksi bahwa tren penurunan atau bearish ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Bahkan, tekanan diprediksi akan terus membayangi pergerakan DXY hingga periode jangka menengah yang cukup panjang.
Target penurunan selanjutnya diperkirakan akan menyentuh level 98, sebuah angka yang cukup rendah bagi indeks yang biasanya menjadi acuan global ini. Penurunan ke level tersebut mencerminkan adanya pergeseran sentimen investor terhadap aset-aset berisiko.
"Tren bearish yang melanda indeks dolar diprediksi akan terus berlanjut setidaknya hingga semester I tahun 2026 mendatang," ujar analis ekonomi dalam tinjauan pasarnya.
Dampak dari pelemahan ini diperkirakan akan memberikan pengaruh luas terhadap peta perdagangan internasional dan harga komoditas global. Negara-negara berkembang kemungkinan besar akan merasakan dampak langsung dari fluktuasi nilai tukar yang tajam ini.
Kondisi ekonomi makro di Amerika Serikat sendiri menjadi faktor utama yang menyeret turun performa indeks dolar secara keseluruhan. Ketidakpastian mengenai kebijakan suku bunga dan data ketenagakerjaan turut memperkeruh suasana di lantai bursa global.
Pelaku pasar kini cenderung bersikap lebih waspada dan mulai melakukan diversifikasi portofolio untuk menghindari risiko kerugian lebih lanjut. Strategi lindung nilai menjadi pilihan yang kian populer di tengah ketidakpastian tren pergerakan DXY saat ini.