INFOTREN.ID - Pada Kamis, 28 Mei 2026, jemaah haji asal Indonesia memperlihatkan tingkat kepatuhan yang sangat baik terhadap regulasi yang telah ditetapkan pemerintah terkait waktu pelaksanaan ritual lempar jumrah di Jamarat. Kepatuhan ini menjadi kunci utama terciptanya suasana yang kondusif dan terpantau lengang di lokasi pelaksanaan ibadah.

Regulasi ketat tersebut secara spesifik melarang jemaah untuk keluar dari tenda mereka di Mina menuju Jamarat pada rentang waktu pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat. Kebijakan ini diberlakukan sebagai upaya preventif yang sangat penting untuk melindungi keselamatan jemaah dari potensi bahaya cuaca ekstrem dan sengatan panas yang ekstrem.

Hasil dari penerapan aturan ini terlihat nyata di lapangan, di mana otoritas keamanan mengonfirmasi bahwa pergerakan jemaah di sekitar lokasi sangat minim selama jam-jam puncak panas. Hal ini menunjukkan bahwa para jemaah telah memahami betul urgensi dari pembatasan jadwal tersebut demi menjaga kondisi fisik mereka.

Kasatops Armuzna, Surnadi, mengonfirmasi kondisi lapangan yang lengang dan menjelaskan latar belakang diberlakukannya pembatasan tersebut. "Situasi di Jamarat saat ini lenggang, karena ada pemerintah mengeluarkan aturan yaitu, di pukul 10.00 sampai dengan 14.00, diharapkan para jemaah tidak boleh keluar dari tenda, atau tidak boleh melaksanakan jumrah. Sehingga untuk mengurangi permasalahan-permasalahan yang apabila dilaksanakan, kemudian ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti headstroke, pingsan dan lain sebagainya," ujar Surnadi.

Pada pukul 10.58 Waktu Arab Saudi (WAS), pemantauan yang dilakukan oleh pos petugas mengindikasikan bahwa mayoritas jemaah Indonesia secara disiplin memilih untuk tetap berada di dalam tenda mereka masing-masing. Kedisiplinan kolektif ini menjadi cerminan kematangan jemaah dalam mengikuti setiap instruksi keselamatan yang diberikan selama fase krusial ibadah haji ini.

Surnadi kembali memberikan apresiasi atas respons positif dari para jemaah Indonesia terkait imbauan keselamatan tersebut. "Alhamdulillah, untuk para jemaah tahun ini, kita lihat sendiri, di pukul 10.58 WAS. Alhamdulillah jemaah Indonesia sudah mau mengikuti saran-saran atau aturan-aturan yang dikeluarkan dari pemerintah kita," lanjut Surnadi.

Sebagai langkah tindak lanjut, petugas di sektor lapangan telah memberikan rekomendasi kepada jemaah untuk memanfaatkan waktu sore hari yang dianggap lebih teduh sebagai alternatif waktu yang aman untuk menuju Jamarat. Waktu yang disarankan untuk memulai perjalanan adalah setelah pukul 16.00 atau 16.30 WAS.

Petugas juga mengingatkan pentingnya persiapan logistik pribadi saat memutuskan untuk berangkat di waktu yang lebih sejuk tersebut. "Untuk itu, kita mengimbau para jemaah Indonesia, apabila mau keluar jumrah, di pukul 16.30 sampai 16.00 ke sana, itu jangan lupa membawa air, minum, untuk pada saat kita haus langsung minum, demikian," tambah Surnadi.

Informasi mengenai kondisi ini pertama kali dipublikasikan pada tanggal 28 Mei 2026, pukul 21.08 waktu setempat. Foto pendukung suasana pelaksanaan ibadah ini disediakan oleh Media Center Haji 2026. Dilansir dari Detikcom, disiplin jemaah ini sangat membantu kelancaran prosesi ibadah.