INFOTREN.ID - Daun Karya Property, pengembang properti yang berfokus menghadirkan hunian strategis, terjangkau, dan modern di kawasan penyangga Jakarta menggelar acara Wealth Talk: Economic Outlook 2026 di Marketing Gallery Avani Breeze Residence, Tangerang pada Minggu, 25 Januari 2026.
Penyelenggaraan Wealth Talk ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, terutama generasi muda, dalam memahami perencanaan keuangan dan investasi jangka panjang.
Acara ini turut menghadirkan Konsultan Investasi Reinhard Suryanaga sebagai pembicara utama yang membahas arah ekonomi global dan domestik serta strategi investasi menghadapi tahun 2026.
“Kami percaya bahwa memiliki hunian bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan yang sehat. Melalui Wealth Talk ini, kami ingin mendorong generasi muda khususnya Gen Z untuk mulai mengambil keputusan finansial yang lebih aman dan terencana sejak dini, di bawah strategi #MulaiAmanDariMuda yang terus kami kampanyekan sejak tahun 2025,” kata Kharolina Lesli, Founder Daun Karya Property dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu, Reinhard memaparkan bahwa berdasarkan proyeksi lembaga internasional seperti IMF dan World Bank, pertumbuhan ekonomi global 2026–2027 diperkirakan berada pada level moderat. The Federal Reserve diperkirakan melanjutkan kebijakan penurunan suku bunga, dengan proyeksi US rate berada di kisaran 3%–3,25%.
Di sisi lain, tekanan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai terlihat melemah, yang turut menjadi faktor pendorong kebijakan moneter yang lebih longgar. Di tengah kondisi tersebut, risiko global seperti ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, dan dinamika pasar obligasi masih menjadi faktor yang perlu diantisipasi investor.

Wealth Talk merupakan bagian komitmen Daun Karya Property untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, terutama generasi muda. foto: Daun Karya
Untuk Indonesia, Reinhard memproyeksikan kondisi ekonomi yang relatif stabil pada 2026. Inflasi nasional diperkirakan tetap berada dalam rentang target, dengan BI Rate di kisaran 4,25%–4,5%.
Kepercayaan konsumen mulai menunjukkan perbaikan, khususnya dalam pembelian barang bernilai besar, meskipun daya beli secara umum masih mengalami pemulihan secara bertahap.


