INFOTREN.ID - Pedangdut Jelita Bahar, yang merupakan putri dari penyanyi senior Anisa Bahar, kini tengah menjadi sorotan publik bukan karena karier musiknya, melainkan karena strategi unik yang ia terapkan untuk mengelola kondisi kesehatan mentalnya. Jelita diketahui sempat mengalami gangguan kecemasan atau anxiety disorder yang memaksanya mundur sejenak dari dunia hiburan yang membesarkan namanya.
Keputusan untuk mengambil jeda dari sorotan panggung hiburan membawanya pada sebuah langkah baru yang tak terduga. Jelita Bahar memutuskan untuk mengalihkan fokus energinya dengan merambah dunia kuliner, khususnya melalui usaha menjual risol.
Langkah ini bukan semata-mata didorong oleh motif mencari keuntungan finansial semata dalam bisnis tersebut. Usaha kuliner ini sejatinya berfungsi sebagai aktivitas terapeutik yang sangat dibutuhkan oleh dirinya saat ini.
Aktivitas berjualan risol ini menjadi sarana penting agar Jelita Bahar tetap dapat mempertahankan produktivitas hariannya. Hal ini penting untuk menjauhkannya dari potensi pemikiran negatif yang bisa memicu kambuhnya kondisi kecemasan yang pernah dialaminya.
Keputusan untuk memulai kegiatan wirausaha kuliner ini merupakan bagian integral dari upaya Jelita Bahar dalam menjaga dan memulihkan kesehatan mentalnya. Proses ini dilakukan setelah ia sempat menepi dari kesibukan rutinnya di dunia seni peran dan tarik suara.
Aktivitas fisik yang terlibat dalam proses memasak dan mengelola usaha menjadi distraksi positif yang sangat esensial bagi kondisi mentalnya. Fokus pada tahapan membuat risol menawarkan ketenangan dan pencapaian kecil yang membangun kembali kepercayaan dirinya.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, strategi ini menunjukkan bagaimana seseorang dapat mengubah tantangan kesehatan mental menjadi peluang untuk berkembang secara pribadi melalui kegiatan yang bermakna. Kesehatan mental menjadi prioritas utama dalam fase transisi karier ini.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, salah satu aspek penting dari usaha ini adalah bagaimana aktivitas tersebut mampu mengalihkan fokus dari gejala kecemasan. Proses menyiapkan dan menjual makanan memberikan struktur harian yang terukur.