BANDUNG, Infotren.id - Azas Proporsional sudah banyak diterapkan dalam berbagai bidang; bila di dunia engineering diistilahkan dengan sistem kontrol, bila di bidang termodinamika dikenal dengan Azas Bejana-berhubungan yang terkait dengan Hukum Archimedes. Bila di bidang kesehatan masyarakat diterapkan dalam pengendalian populasi penduduk; bila di bidang SDM (Sumber Daya Manusia) dan Keuangan identik dengan pengurangan pegawai untuk pengendalian neraca keuangan perusahaan. 

Azas Proporsional dalam perspektif multi-disiplin ilmu dapat didefinisikan sebagai sebuah landasan metode untuk menyeimbangkan suatu kondisi dan keadaan agar stabil atau mendekati kondisi dan keadaan steady-state sesuai keinginan dan tujuan pengambil kebijakan. Pengambil kebijakan bisa pemilik perusahaan/organisasi, suatu sistem otomasi/otomatisasi atau entitas lain yang membutuhkan stabilisasi jalannya aktivitas atau proses yang berjalan.

Misalkan akan dimodelkan komposisi sesuai Gambar 1. jumlah blok A, B, C, D adalah enam. Skenario berikutnya bagaimana agar jumlah masing-masing blok dapat constant dan stabil di nilai enam walaupun akan ditambahkan kondisi baru (yang direpresentasikan dengan node hijau); asumsi ditambahkan empat node ke state-awal tersebut.


Gambar 1. State-awal

Empat node baru ini yang dimaksudkan tadi adalah berbagai kondisi baru atau tantangan/hambatan baru yang masuk ke dalam sistem; namun dengan terapan Azas Proporsional tidak akan mempengaruhi perubahan constanta dan kestabilan pada nilai enam untuk masing-masing komposisi blok A, B, C, D tersebut. Azas Proporsional ini berupa tindakan transformasi seperti ditunjukkan pada gambar 4.


Gambar 2. State-awal akan diberi tambahan empat node baru


Gambar 3. State-tujuan


Gambar 4. Transformasi-state

Perubahan state seperti ditunjukkan pada Gambar 4 yang diistilahkan dengan transformasi state; atau dalam istilah sederhana umumnya yakni perubahan kebijaksanaan. Kebijaksanaan perlu diubah agar sistem yang dikelola dapat terhindar dari keadaan bersifat jenuh.